Post

Bikin layout untuk BERGAUL



Sekedar bagi-bagi ilmu aja tentang bagaimana caranya bikin layout untuk bergaul dengan cepat dan mudah, ini ada contoh code untuk layout bergaul anda agar tampak menarik dan tidak membosankan.


Lihat code url layout bergaul klik disini 

Setelah tu kalian tinggal paste code tu ke uraian profil(my profile) simpan.

Sudah itu aja dulu ya??? capek nih, kalau masih kurang jelas add bergaul aku aja ya??? http://www.bergaul.com/pages/personal/profile.php?profileid=361989

Makasih,,,,,


Post

Kloning Facebook



Kita selama ini selau mengenal situs-situs jejaring berasal dari luar negeri, dari myspace,friendster,hi5,12frenz,facebook dan masih banyak lagi.
Tapi yang paling ngetren saat ini di Indonesia adalah facebook dan friendster,tapi apakah kalian tahu bahwa saat ini anak negeri telah membuat kloning facebook?
Saat ini sudah dibuat sebuah situs pesaing atau bisa dibilang kloning facebook yang bernama bergaul,disini kalian juga bisa chat dan juga bisa mengekspresikan pikiran kalian dalan sebuah blog.
Daftarnya sangat mudah kok',ya walaupun masih belum sesempurna facebook tapi saya jamin kalian semua pasti menyukainya.
cara daftarnya : kalian tinggal masuk saja di www.bergaul.com disitu sudah ada panduannya dan kalian tinggal mengikutinya.Dan kalau sudah jangan lupa add aku ya??? hehehehehehehe
Name User aku di bergaul adalah tianfengzhou.
So selamat menikmati chat dan banggalah tehadap produk dalam negeri!!!


Post

Dosa-dosa Malaysia terhadap Indonesia, Mari kita klarifikasi satu persatu

Berikut ini adalah dosa-dosa Malaysia terhadap Bangsa Indonesia. Tidak bermaksud untuk rasis atau kebencian berlebihan tetapi lebih berdasar kepada pengungkapan fakta-fakta yang terjadi di lapangan...

1. Malaysia mengirimkan teroris-teroris bom ke Indonesia
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Azahari_Husin http://en.wikipedia.org/wiki/Noordin_Mohammed_Top

2. Malaysia merebut Sipadan - Ligitan
Source: http://www.dephan.go.id/modules.php?......le&sid=3362

3. Menginjak-injak harga diri Bangsa Indonesia lewat kasus Ambalat
Source: http://www.dephan.go.id/modules.php?......le&sid=6732
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/...05/10/0802.htm

4. Berada di belakang layar terjadinya Illegal Logging di Indonesia (inget cukong2nya darimana? Malaysia bung!)
Source: http://www.icmi.or.id/ind/content/view/121/1/

5. Tidak peduli dengan nasib TKI yang dianiaya majikan
Source: http://community.kompas..com/index.p......&section=94

6. Mengatakan musik Indonesia sampah?!
Source: http://www.utusan.com.my/utusan/cont...p;pg=re_05.htm

7. Astro TV melakukan monopoli EPL
Source: http://www.okezone.com/index.php?opt......1&itemid=13

8. Seringkali melakukan pelanggaran batas wilayah Indonesia - Malaysia di pulau Kalimantan
Source: http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=43546

9. Polisi Diraja Malaysia melakukan pemukulan terhadap wasit Indonesia
Source: http://www.kompas..com/ver1/Olahraga/0708/27/225259.htm

10. Mematenkan (melakukan klaim hak paten) Batik Parang asal Yogyakarta
http://batikindonesia.info/2006/03/3...nkan-malaysia/

11. Mencoba melakukan klaim hak paten terhadap Angklung (alat musik khas Jawa Barat)
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=300853



Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1764347


Post

TKI, Illegal Logging, dan Kasus Ambalat

Hubungan dua bangsa serumpun Indonesia-Malaysia kini tengah mencapai titik paling kritis. Sejak Petronas, perusahaan minyak milik Malaysia, memberikan konsesi pengeboran minyak di lepas pantai Sulawesi yaitu di Blok Ambalat kepada Shell (perusahaan milik Inggris dan Belanda) 15 Februari lalu, hubungan kedua negara tetangga tersebut mengalami ketegangan yang mencemaskan. Dalam pekan pertama Maret 2005, sudah beberapa kali kapal-kapal perang RI dan Malaysia berhadap-hadapan, nyaris baku tembak. Untung keduanya masih menahan diri. Seandainya salah satu pihak menembak, niscaya perang terbuka akan meletus. Jika sudah demikian, hubungan RI-Malaysia pun akan makin tegang dan menyeret konflik yang lebih luas.Yang menjadi pertanyaan kita: kenapa Malaysia punya sikap senekat itu tanpa mengindahkan tatakrama hubungan antarnegara ASEAN? Pertanyaan itu agaknya tak mudah dijawab. Banyak hal yang menyebabkan kenapa negeri jiran itu tiba-tiba berambisi menduduki Ambalat. Salah satunya, karena di Blok Ambalat terkandung minyak dan gas bumi yang nilainya amat besar, mencapai miliaran dolar. Tapi ada alasan lain yang tampaknya menjadi pertimbangan dalam pendudukan Ambalat: Indonesia tengah mengalami krisis kepercayaan, korupsi, dan pengikisan dari dalam sehingga posisi Indonesia jika berkonflik dengan Malaysia niscaya kalah! Malaysia secara geografis dan populasi memang kecil, bukan tandingan Indonesia. Tapi dilihat secara militer khususnya jumlah peralatan militer canggih Malaysia unggul dibanding Indonesia. Malaysia punya uang, tak punya utang, dan sewaktu-waktu bisa membeli peralatan militer secara kontan. Jadi meski secara kuantitas dia kecil, tapi secara kualitas dia besar. Dari sini tampaknya kita bisa mengerti mengapa Malaysia punya keberanian menantang Indonesia. Belum lagi posisi Malaysia sebagai anggota Negeri Persemakmuran di bawah Kerajaan Inggris. Di antara negara-negara anggota persemakmuran (Commenwealth States), termasuk di dalamnya Australia dan Kanada ada traktat kerjasama militer jika terjadi serangan kepada salah satu anggotanya.

Uji coba
Dari gambaran di atas, barangkali kita bisa mengerti kenapa Malaysia suka ''mempermainkan'' Indonesia untuk uji coba. Uji coba tersebut dilakukan Malaysia dengan menunggu momen yang tepat. Sebagai gambaran, kita bisa melihat uji coba Malaysia dalam penguasaan Pulau Sipadan dan Ligitan. Ketika Bung Karno masih berkuasa dan berani menggertak Malaysia, negeri itu seakan tiarap. Pada tahun 1961, Indonesia memberikan konsesi penambangan minyak kepada berbagai perusahaan, termasuk Shell. Malaysia hanya menonton, tak berani berani berbuat apa-apa. Maklumlah Bung Karno terkenal dengan keberaniannya melawan penjajah. Jangankan Malaysia, Inggris dan AS pun ditantangnya.

Waktu terus bergulir. Ketika Indonesia diperintah Soeharto, Malaysia bikin uji coba lagi. Kuala Lumpur tahun 1979 membuat peta Malaysia dengan memasukkan Pulau Sipadan dan Ligitan. Tahun 1980, Indonesia protes. Protes itu diikuti Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Cina, Taiwan, dan Inggris. Malaysia tak berani berbuat lebih jauh dari sekadar membuat peta. Tapi, tiba-tiba tahun 2000, Malaysia membawa masalah dua kepulauan itu ke International Court of Justice (ICJ). Rupanya selama 'sembunyi' itu, Malaysia mempersiapkan segalanya untuk membawa kasus Sipada-Ligitan ke ICJ. Indonesia yang saat itu sedang berada di titik nadir secara ekonomi, politik, dan militer setelah tumbangnya Orde Baru, tak siap menghadapi tuntutan Malaysia. Akhirnya pada tahun 2002, ICJ memutuskan Malaysia sebagai pemilik kedua pulau tersebut.

Uji coba Malaysia untuk memperdayai Indonesia berhasil. Keyakinan seperti itu pula yang tampaknya membuat Malaysia kemudian makin rajin 'mengerjai' Indonesia. Cukong-cukong kayu Malaysia membeli kayu dan membiayai pencuri kayu dari Kalimantan dan Papua. Lantas, maraklah illegal logging yang dudukung dengan dana dari para pengusaha kayu Malaysia. Pemerintah Malaysia menutup mata terhadap kasus mafia illegal logging yang merugikan Indonesia. Jangankan Kuala Lumpur menangkap penadah kayu curian asal Indonesia, yang terjadi malahan memutihkan kayu ilegal itu menjadi legal. Kayu-kayu curian asal Indonesia itu diberi label legal oleh Kuala Lumpur dan selanjutnya dijual ke Eropa dan Jepang, baik dalam bentuk log, setengah jadi, maupun produk furnitur. Di Malaysia pun tumbuh industri kayu lapis dengan cepat. Bahan-bahan dari kayu curian tadi.

Pemerintah Indonesia yang korup dan lemah, lagi-lagi tak bisa berbuat apa-apa terhadap mafia illegal logging yang berada di Malaysia. Tragisnya lagi, banyak warga Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan kayu lapis dan furnitur di Malaysia. Ibaratnya sang pemilik bekerja pada pencuri! Tragis memang. Dan lebih tragis lagi, pemerintah Malaysia selalu melindungi mafia kayu curian tersebut. Pemerinah Indonesia sudah menuntut penahanan mafia kayu itu. Tapi Kuala Lumpur tak mau menghukum warganya. Walhasil, pemerintah Indonesia tak bisa berbuat apa-apa terhadap cukong-cukong kayu Malaysia itu. Indonesia terlalu lemah untuk menangkap para cukong kayu asal Malaysia tadi. Di Indonesia cukong-cukong itu bagaikan raja. Mereka mampu mengendalikan aparat keamanan, pemda, dan birokrasi terkait yang berhubungan dengan perkayuan. Di Malaysia cukong-cukong itu bak pahlawan.

Uji coba berikutnya adalah masalah TKI ilegal. Betul, Malaysia menghukum semua tenaga kerja ilegal dari mana pun. Tapi siapa pun tahu, tenaga kerja pendatang paling banyak berasal dari Indonesia (TKI). Jadilah masalah pendatang haram ini adalah masalah TKI ilegal. Yang jadi persoalan, kenapa banyak TKI ilegal di Malaysia? Apakah hal itu terjadi tanpa peran majikan di Malaysia. Ternyata yang terjadi adalah, majikan di Malaysia lebih suka memakai TKI ilegal. Ini karena mereka gampang diatur, proses rekrutmennya tak berbelit, dan mudah diputus tanpa ribut-ribut. Karena majikan di Malaysia senang memakai TKI ilegal, maka banyak TKI yang semula legal menjadi ilegal. Persoalannya: kenapa pemerintah Malaysia hanya keras terhadap TKI ilegal tanpa mau bersikap keras terhadap warganya yang sengaja menjadi penadah TKI ilegal? Belum lagi masalah-masalah penganiayaan, pelecehan seksual, dan tak dibayarnya sejumlah TKI selama bekerja pada perusahaan tertentu.

Lobi-lobi tingkat tinggi yang dilakukan Jakarta untuk membela TKI ilegal tampak kurang greget. Jakarta kurang berani menggebrak untuk membela warganya. Bandingkan dengan Filipina. Jika satu orang saja tenaga kerjanya di luar negeri dirugikan, presiden dan seluruh rakyat Filipina akan marah. Ingat kasus Sarah Balabagan di Uni Emirat Arab (UEA) beberapa tahun lalu yang dituduh membunuh majikannya. Presiden Ramos langsung terbang ke Abu Dhabi melobi raja UEA. Jutaan rakyat Filipina tumpah ruah di jalan-jalan Manila untuk menuntut pembebasan Balabagan. Akhirnya, Uni Emirat Arab pun membebaskannya! Tapi Indonesia? Alih-alih membela ketidakberdayaan TKI ilegal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malah memahami hukum yang berlaku di Malaysia. Hukum apa? Hukum untuk membela kepentingannya sendiri seperti hukum illegal logging? Mengapa Kuala Lumpur tak menghukum perusahaan yang memberi tempat pada TKI ilegal dan menipu mereka?

Dalam kasus TKI ilegal, lagi-lagi pemerintah Indonesia menunjukan kelemahannya di mata Kuala Lumpur. Malaysia pun makin di atas angin bila berurusan dengan Indonesia. Bukankah Jakarta hanya macan ompong? Dalam kondisi yang lebih percaya diri itulah, kemudian Kuala Lumpur mencaplok Ambalat. Alasannya, berdasarkan peta tahun 1979, wilayah laut Ambalat masuk dalam teritori Malaysia. Masuknya Sipadan dan Ligitan dalam wilayah Malaysia yang dikukuhkan ICJ, makin menambah keyakinan Malaysia atas kebenaran klaimnya. Padahal, peta tersebut telah diprotes dunia internasional. Sekarang persoalannya kembali ke Indonesia! Apakah Jakarta akan terus mengalah dan memahami hukum Kuala Lumpur? Jika dulu Bung Karno berani menggertak Malaysia. Jangan tunjukkan kelemahan dengan kata-kata diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan kasus Ambalat. Tapi berbuatlah sesuatu untuk menekan Malaysia.


Sumber : Eggi Sudjana
Anggota Dewan Pakar PPP dan Alumnus S3 IPB


Post

KASUS AMBALAT

MODERNISASI SENJATA TNI AL SOLUSI KASUS AMBALAT
24-10-2008
Kuala Lumpur - Modernisasi atau peningkatan kemampuan peralatan tempur TNI AL merupakan solusi yang tepat bagi penyelesaian pelanggaran batas laut di daerah Ambalat oleh Malaysia. "Angkatan laut Malaysia berani masuk ke wilayah laut Indonesia karena mereka merasa peralatan tempur lebih maju dan kuat dibandingkan peralatan tempur TNI AL. Dulu, ketika TNI AL masih lebih kuat mereka tidak akan berani masuk wilayah kita," kata atase pertahanan laut Kol TNI AL M Yunus, di Kuala Lumpur, Kamis.

Menurut dia, DPR bukan saja memprotes Malaysia yang melanggar wilayah laut Indonesia, terutama di kawasan Ambalat, tapi juga memikirkan bagaimana memodernisasi dan meningkatkan persenjataan tempur TNI AL agar tidak direndahkan oleh negara jiran itu.

"Untuk saat ini, boleh dikatakan persenjataan tempur TNI AL kalah dengan Malaysia sehingga mereka memiliki keberanian dalam memasuki kawasan laut yang masih dipersengketakan. Tapi jika kemampuan persenjataan TNI AL di atas mereka atau minimal sama, belum tentu mereka berani masuk ke wilayah itu," kata Kolonel M Yunus.

Menanggapi banyaknya pelanggaran oleh angkatan laut Malaysia di kawasan Ambalat, ia mengatakan, "Malaysia memang sering melanggar wilayah laut kita jika dilihat dari sisi wilayah laut Indonesia, tapi sebaliknya jika dilihat dari sisi Malaysia dan wilayah lautnya. Mereka tidak melanggar dan Indonesia yang dituduh sering melanggar wilayah mereka," katanya.

"Itulah konsekuensi dari persengketaan wilayah yang belum ada keputusan. Oleh sebab itu, perundingan batas-batas negara harus terus dilanjutkan, tapi DPR juga harus memikirkan bagaimana memodernisasikan atau meningkatkan kemampuan tempur TNI AL," tambah dia.

Perundingan dan modernisasi kemampuan tempur TNI AL merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi pelanggaran wilayah laut oleh negara tetangga.


Sumber : Antara


Post

Hacker Indonesia Mulai Ganyang Malaysia

saya dapat email dari milis sebelah sayang jika anda lewatkan

Salam,
Eva

Hacker Indonesia Mulai Ganyang Malaysia
Jakarta, KCM

Setelah situs milik Ketua Pengarah Kerja Raya (KPKR) Malaysia
(www.jkr.gov.my) yang diubah tampilannya oleh hacker Indonesia
dikembalikan ke asalnya, kini giliran situs milik pemerintah Sultan
Perak dan YellowPages Malaysia "dikerjain" oleh hacker Indonesia .
Situs Sultan Perak diubah isinya (deface) menjadi gambar merah putih
dengan tulisan INDONESIA berhuruf besar. Di Bawahnya ada teks
berjalan bertuliskan "jangan ganggu tanahku", dan diteruskan dengan
teks Pancasila lengkap.

Uniknya, sang penyerang yang menyebut dirinya Kupuss memasang
fotonya sedang bergandengan dengan Dian Sastro. Foto itu diambil
dari salah satu adegan film "Ada Apa Dengan Cinta", dimana wajah
Nicolas Saputra diganti dengan wajahnya sendiri (entah asli atau
tidak).

Di bawah foto ada keterangan berbunyi, "COBA LIAT GANTENG GAK AKU
SAMA DIAN SASTRO NIH". Sedangkan di atas foto, sang hacker
menyampaikan pesan: THANK"S TO ALL OFF INDONESIAN HACKERS, GOD BLESS
US, ALLAH HU AKBAR.
Lalu ke bawah lagi, sang penyerang menuliskan LONGLIFE INDONESIA,
DEFACED BY KUPUSS. Hacker juga mengucapkan terimakasih pada beberapa
kelompok hacker dengan kata-kata, THANKS TO ALL CREW @ #MEDANHACKER
#MALANGHACKERLINK #KREDITCARD #GRESIKCARDING #KARTUBEBEN
#YOGYACARDINGX.

Bila Anda sekarang membuka alamat
http://www.pejsultanperak.gov.my/~pejsulprkadm/valey.htm , Anda akan
menemukan tampilan seperti di atas.



Sedangkan situs kedua yang diserang adalah YellowPages Malaysia
dengan alamat http://www.klpages.com/. Ketika situs ini dibuka, lagu
Indonesia Raya akan berkumandang.
Situs dengan latar belakang hitam ini dihiasi tulisan berwarna hijau
dengan bunyi: In the name of Allah, the Most Merciful, the Most Kind
ACHTUNG !!!
BaD^BoY^but^NiCe was here...!!!
Sang hacker yang menyebut diri bad boy but nice itu mengirim pesan
pada Perdana Menteri Malaysia. Isinya kira-kira berupa tantangan
perang, yakni: Message to the Perdana Menteri Dato' Seri Abdullah
Hj. Ahmad Badawi : u want a WAR ? We'll give you a WAR !!!
Ia juga meminta agar Malaysia keluar dari wilayah Indonesia segera.
Itu diwujudkan dalam kalimat: Message to the Malaysian government :
Retreat from Indonesian area A.S.A.P !!! Ganyang MALAYSIA !!!
Di akhir pesan, sang hacker mengutip semboyan revolusioner yang
dipopulerkan Che Guevara: Hasta La Victoria Siempre !!! © 2005
BaD^BoY^but^NiCe.
Adapun perilaku merusak situs-situs Malaysia ini diduga merupakan
imbas dari ketegangan antara Indonesia-Malaysia menyangkut status
blok Ambalat yang diklaim kedua belah pihak. Hal serupa pernah juga
dialami situs-situs Australia ketika negara kangguru itu dianggap
ikut campur masalah Timor Timur dan celah Timor. (wsn)


Sumber : Osdir


Powered By Blogger